Apa itu Aceh ?

Peta Aceh

Peta Aceh

Suatu ketika di Kecamatan Karang Gede Kabupaten Boyolali Propinsi Jawa tengah ada yang bertanya kepada saya, apa itu aceh? Pertanyaan itu muncul karena seorang penjual nasi melontar kan kalimat tanya kepada saya dalam bahasa daerah jawa, sedangkan saya melongo tidak mengerti apa yang ditanyakannya. Oleh kawan saya dijelaskanlah bahwa saya tidak paham kata-katanya sebab saya ACEH.

Lantas terlontarlah pertanyaannya “Apa itu Aceh ?” Saya berikan jawaban bahwa saya dilahirkan disana. “Oo…. sebuah tempat, ya? Dimana itu, ya?” Dia kembali bertanya dalam keluguannya yang khas warga desa. Saya coba menjawab sekenanya :” Kalau tidak tau aceh itu dimana, pasti tau SABANG. Itu wilayah Aceh.” Akhirnya dia manggut-manggut, sebab teringat dia sering disekolah dulu menyanyikan lagu wajib : “ Dari Sabang sampai Merauke.”

Coba anda bayangkan jika anda saat itu berada pada posisi saya. Ketika seseorang bertanya kepada kita apa itu Aceh, apa yang mesti kita jawab sehingga orang yang bertanya itu faham apa itu Aceh. Nah, kita mulai menjawab bahwa Aceh itu berasal dari kata (bahasa) apa dan dipakai untuk apa dan seterusnya. Artinya perkataan itu untuk bendanya, aktifitasnya, letak/geografisnya, manusianya, atau apa? Karena penulis, sering mendengar orang-orang menjawab ketika dia ditanya apa dia orang Aceh?, bahwa dia bukan orang Aceh tapi Gayo (maksudnya tidak bisa berbahasa Aceh, hanya bisa bahasa Gayo). Begitu pula di Aceh Timur, ada yang mengaku bukan orang Aceh tapi Tamiang. Nah, bagaimana jika ada yang bertanya APA ITU ACEH?

Namun begitu, maksud penulis disini hanya ingin memperkaya khasanah pengetahuan kita tentang Aceh. Jika tidak dapat dianggap pengetahuan, boleh juga dianggap sebagai guyonan lucu sambil minum kopi sore diwarung sebelah rumah. Entah lah.

Bahwa ada yang mengatakan Nama Aceh itu yang dulu dieja dengan A-T-J-E-H mempunyai arti A = Kakak (bahasa Aceh) dan TJEH = Lahir (bahasa Aceh). Disebut demikian adalah karena kerajaan Aceh adalah kerajaan yang paling awal di kenal. Dalam hal ini Aceh itu bermakna YANG DULUAN LAHIR. Jika hal ini dijadikan acuan, maka pakar sejarah lah yang dapat mengatakan, apakah yang dimaksud duluan lahir itu, Kerajaannya, Islamnya ataukah duluan dikenal di Manca Negara. Barangkali, karena Kemerdekaan Negeri Belanda yang pertama-tama mengakuinya adalah Kerajaan Aceh.

Belum lahir pengakuan dari manapun kala itu di Nusantara, Aceh lah yang pertama yang mengakui kemerdekaan Negeri Belanda.

Kemudian, ada pula yang mengatakan bahwa A = Tidak (bahasa sanskerta) dan TJEH = Hancur/Lumat (bahasa daerah). Ini bermakna bahwa daerah ini tidak pernah benar-benar dapat dihancurkan atau ditundukkan. Mungkin karena dalam sejarahnya Aceh memang tidak pernah terkalahkan dalam berbagai peperangan yang terjadi. Sekali lagi, hal ini tentu pakar sejarahlah yang mungkin dapat menjawabnya. Barangkali, Belanda memang dibuat pusing tujuh keliling ketika berperang dengan Aceh. Istana raja sudah dukuasai, bahkan Raja sendiri sudah menyerah, tapi rakyatnya terus melakukan perlawanan dari berbagai penjuru, sampai tahun 1945 pun Aceh tidak pernah benar-benar takluk kepada Belanda.

Penulis teringat waktu sekolah di SMA Iskandar Muda Banda Aceh (1970) Kata Guru Bahasa Aceh (Drs. Razali Tjut Lani), yang juga Kepala SMA IM waktu itu, ATJEH itu merupakan singkatan dari A(rab) T(jina) J(unani) E(ropa) H(industan). Akan sulit dibaca bagi mereka sekarang yang tak pernah tahu ejaan kita telah berubah. C sekarang, dulu ditulis Tj, J yang sekarang dulunya ditulis Dj dan Y sekarang dimana dulu ditulis J. Oleh sebab itu lah tulisan Atjeh berubah menjadi Aceh. Guru Bahasa Aceh itu menerangkan bahwa Singkatan ATJEH itu yang bermakna Arab – Cina – Yunani – Eropa – dan Hindustan ditabalkan untuk daerah ini karena suku bangsanya yang mewakili ke lima bangsa tersebut.

Kata Beliau, Orang Arab itu berkulit hitam manis, hidung macung dan berambut tebal. Orang Cina berkulit putih, mata sipit, hidung pesek. Orang Yunani, kulit kemerahan, hidung agak bengkok (seperti paruh burung) dan dahi lebar. Orang Eropa, kulit putih, mata biru, rambut pirang dan Orang Hindustan berkulit hitam, mata coklat kemerahan dan rambut panjang/lebat.

Guru Bahasa Aceh itu menerangkan bahwa kesemuanya itu (Arab – Cina – Yunani – Eropa – Hindustan) datang dan menetap di Aceh dan menjadi bahagian dari masyarakat setempat. Kombinasi dari mereka itulah yang kita jumpai sekarang. Maka masyarakat kita ada yang hitam ada yang bulek, ada yang tubuhnya panjang ada yang pendek, ada yang matanya merem dan ada yang melek, ada yang hidungnya mancung dan ada yang pesek. Jangan kan anda, penulis pun tertawa ketika pertama kali mendengarnya. Penulis tidak tahu pasti, apakah hal itu benar atau hanya sekedar canda beliau.

http://macanleuser.blogspot.com/Kembali kepada pokok soal yang kita bicarakan, mana yang benar dari perkataan ACEH itu ? Jika kita percaya bahwa Islam pertama sekali masuk ke Peureulak baru menyebar ke Nusantara, maka kiranya Aceh itu mengacu kepada duluan lahir sebagai kerajaan Islam. Juga jika kita percaya bahwa Negeri ini yang pertama kali menjalin hubungan luar negeri sehingga dikenal di mancanegara. Jika kita percaya sukubangsa ini berasal dari ke lima bangsa tadi, maka benarlah kata Aceh (ATJEH) itu adalah singkatan dimaksud. Sedangkan jika diambil dari arti Tidak Hancur, jelas tidak tepat atau tidak mungkin. Karena perang itu muncul setelah Aceh dikenal luas, bukannya duluan terjadi perang baru kemudian terbentuknya negeri ini. Baru masuk akal, jika sebelumnya namanya bukan Aceh dan setelah ada peristiwa itu baru kemudian diganti menjadi negeri dengan nama Aceh.

Jika mengacu pada asal muasal suku bangsa Aceh yakni Arab – Cina – Yunani – Eropah – Hindustan, maka pertanyan selanjutnya adalah, siapakah yang pertama kali mencetuskan himpunan nama itu sehingga muncul kosa kata Atjeh atau Aceh? Lantas pada event apakah ide ini tercetus dan kemudian menjadi resmi sebagai sebutan untuk daerah ini? Penulis masih menyimpan tanda tanya hingga sekarang. Maka lebih dekat hanya pada kebetulan belaka. Namun demikian, yang jelas tidak mungkin sebutan ATJEH atau ACEH itu tidak ada asal usulnya.
Sebagai lanjutannya, sudah banyak kita baca dalam buku sejarah Aceh kontemporer atau yang terkini. Tulisan ini bukanlah dimaksudkan sebagai yang sempurna, tapi hanya memberi secercah warna agar nuansanya menjadi lebih hidup.

Semoga berguna.

Sumber

Iklan

6 thoughts on “Apa itu Aceh ?

  1. @Alex Aceh
    *membayangkan sosok yang sudah puith beruban*
    Tidak salah lagi bang, memang rambut beliau sudah beruban semua 😀 namun jiwa raga masih sehat wal afiat, wawasan dan pengetahuan tentang aceh itu luar biasa luas nya 😀

    @Aulia
    Entahlah aku kurang mengerti dalam hal itu, pada saat ku ajak beliau kedalam project spirit open source “Target not found”, mungkin saja sesuai karakter orang aceh itu keras ya 😀 atau beliau punya alasan sendiri yang enggan di utarakan.

  2. Saleum syedara,

    Aceh = suku,
    Aceh = daerah,
    Aceh = bahasa

    kalo orang suku aceh yang bertanya ke suku tamiang atau gayo, “apakah mereka orang aceh”? pasti jawabannya bukan karena toh mereka bukan suku aceh,

    tapi jika orang diluar kawasan Aceh bertanya saat mereka berkunjung keluar, “apakah mereka orang aceh”? kemungkinan besar jawabannya iya.

    masalah nama Aceh, bisa jadi hanya sebuah nama seperti suku-suku yang lain, atau daerah2 yang lainnya.

  3. kata2 aceh hanya sebuah istilah yang di berikan,dalam buku2 huruf yang bertuliskan aceh banyak yang memberikan istilah,,jadi kata2 aceh hanya sebuah istilah,di aceh hanya ada golongkan 2 sku,suku melayu tua dan muda,siapakah yg di katakan melayu tua,yaitu gayo,aneuk jamee,alas dn laein2,dan melayu muda,adalah kerajaan pedir,pidie,dan kerajaan pase,,,yang menjadi suatu pertanyaan mengapa orang di luar aceh,hanya mengenal bhsa aceh itu bhsa orang pidie atau melayu muda,karna orang pidie identix berdangang,lain halnya dengan melayu tua,gayo,anax jamee alas dll,yang bercocok tanam,di pegunungan yang tax mau berdagang,sehingga yang terkenal bhsa di aceh itu bhsa pidie,shngga bhsa pidie tu di kenal sbagai bhasa aceh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s