Berputar – putar di tempat yang sama

Babeberapa menit yang lalu sudah ku kunjungi beberapa blog yang ada di agregat acehblogger, maksud hati berniat bersilaturrahmi dan sedikit meninggalkan koment, hitung – hitung nambah backlink secara gratisan. Postingan kemarin subuh masih sangat berantakan, sekacau kosa kata yang ada, tak berniat untuk ku perbaiki atau ku edit, biarlah begitu dulu, jika seumangat cet langet datang lagi saat itulah ku tambah lagi. Ternyata semangat cet langet masih belum reda seperti hujan yang sedeng menyirami bumi.

Apa yang terlintas dibenakku kulampiaskan semua dalam betuk kumpulan kata – kata menjadi kalimat – kalimat, tersebutlah semua kedalam tulisan tanpa konsep sebelumnya, sebab musabab saat berkunjung ke sebuah web yang membahas masalah desain stempel, rencana ingin mengurangi biaya pembuatan stempel yang berhardware dari potongan kecil kayu, di bentuk sedemikian rupa hingg mirip dengan palu hakim di ruang pengadilan, yang membedakan nya itu cuma gagang nya saja, oh iya tepat nya seperti bidak catur pejuang garis terdepan.

Rencana hanya ingin membuat dialog kecil saja hitung – hitung menghemat kata dalam mengambarkan situasi atau tahapan sebuah tutorial desain, jik artikel telah melebihi dari 6 paragraf maka ku rasa cukup, bagiku tak perlu berpanjang kata, bersenandung dalam kalimat.
Be your self … muncul begitu saja yang terdengar di batinku, siapa gerangan yang berbisik lirih, apa dia penghuni alam lain atau memang ucapku irih tanpa tersadari ? apa harus ku cari seperti aparat negara mengeladah rumah kerumah pada saat jaring merah di tebarkan ? Ah betapa semakin kacau nya kalimat kalimat ini.

Perang hati tak berkesudahan antara membiarkan kesalahan menjadi lama, atau ku perbaiki tapi apa daya kecerdikan dalam hal mebolak balik kalimat, secuil pun tak kumiliki, ada ratusan lebih penulis lepas, lepas kontrol, lepas kendali, lepas usaha (malas) atau memang kelepasan ? Kemarin lewat Ym maksud hati ingin sedikit berbagi sampah jiwa kepada tengku yang telah lama terpendam, belum sempurna ku buang, lelaki berkaca mata minus itu menyudahi berbalas kalimat “Biarkan blog itu menemukan pembaca nya” selarik kalimat sederhana namun milik selaksa arti.

Mencuri sedikit dan tak tertangkap mungkin tidak apa – apa ? walau dalam tatanan kehidupan di seluruh belahan dunia, adalah pekerjaan nista, seperti memelacurkan diri pada waktu. Waktu adalah uang seperti itu kan pribahasa nya ? Namun tidak demikian dengan disini uang adalah waktu, karena menyambut subuh, saat ribuan jiwa terlelap dalam buaian mimpi tentang indah nya mimpi hari esok, engkau kuasa untuk bertindak laksana Tuhan, mencabut satu demi satu, seperti mencabut ilalang dihalaman rumah mungilmu.

Waktu telah berganti, sejarah hanya tersisa seremonial saja, menjadi cerita penghantar tidur bocah yang nakal.
Pikirkanlah ulang kembali apa yang tersimpan didalam memori otak, terciptakah sebuah jalan baru tentang selarik makna bahwa kita semua di matanya sama. hanya dengan mengurat – gurat panjang memanjang terus menerus, dan berulang -ulang berputar -putar pada kata kalimat urusan yang sama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s