Sastra atau air untuk hidup menghidupi kata, Aku tak Faham

Seperti kehausan di tengah padang pasir, setelah kesana – kemari mencari sumber air untuk menuntaskan dahaga yang teramat sangat, akhirnya setelah langkah payah merangkak menyeret – nyeret tubuh hampir hilang kesadaran pada niat bermula tujuan yang sedang ku cari.

Seteguk dua teguk, maha besar tuanku air kehidupan ini yang telah kau berikan kepada penghuni bumi, letih lelah berangsur – angsur pulih, aku terbuai dan terhayal ke suatu masa entah berantah, tentang jikalau seandainya menjadi seperti mereka dengan kata rentak kalimat sapa menyapa kait mengait dalam sejarah gilang gemilang sastra melayu.

Aku hidup dihidupi pada masa mula ketika rentak sastra mulai redup tergantikan dengan yang modern, kata mereka ; hidup harus ada perubahan lebih baik. Tapi pantaskah kita menepiskan atau meminggirkan sastra induk bahasa dari bahasa negeri ini “Bahasa indonesia” begitu kita menyebutkan nya. Tidak … ternyata masih tersisa satu satu mungkin saja bisa di hitung sebelah tangan, atau keterbatasnku yang hanya tau segelintir saja. Aku masih ingat dengan Puisi Aku …

Aku tak begitu faham hal nya tokoh sastra  lama seperti “Hamzah Fansuri” Secara urutan waktu maka sastra maka mereka membaginya beberapa angkatan:

Angkatan Pujangga Lama
Angkatan Sastra Melayu Lama
Angkatan Balai Pustaka
Angkatan Pujangga Baru
Angkatan 1945
Angkatan 1950 – 1960-an
Angkatan 1966 – 1970-an
Angkatan 1980 – 1990-an
Angkatan Reformasi
Angkatan 2000-an

Adakah yang ingin menimpali perjalan yang telah tersebut dan, lakukanlah, selagi masa kita punya, aku tak mengerti tapi sangat ku suka ketika kata menjadi sebuah cahaya dalam runyam nya tatanan hidup negeri ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s