Mengapa para Pengetok Palu mencari Keadilan ?

Baru baru ini para hakim yang berasal dari berbagai penjuru negeri ini (indonesia) melakukan unjuk rasa mencari keadilan. Hmm saya jadi penasaran keadilan seperti apa yang mereka inginkan, ketidakadilan macam apa yang sudah pemerintah abaikan kepada elemen hukum terpenting di negara tercinta ini.

Kami sudah letih menunggu dan diabaikan oleh Presiden. Langkah elegan pun sudah kami tempuh tanpa aksi mogok sidang untuk menuntut hak kami. Namun jika pemerintah tetap lalai maka tidak tertutup ke depan kami akan tidak bisa manolak keinginan kuat dari hakim untuk melakukan aksi mogok sidang,” ujar juru bicara hakim daerah yang juga hakim PN Aceh Tamiang, Sunoto.

Hakim adalah salah satu instrumen peradilan dalam penegakan hukum. dalam bahas Inggris: Judge dan dalam bahasa Belanda: Rechter, adalah pejabat yang memimpin persidangan.

Istilah “hakim” sendiri berasal dari kata Arab حكم (hakima) yang berarti “aturan, peraturan, kekuasaan, pemerintah”. Ia yang memutuskan hukuman bagi pihak yang dituntut. Hakim harus dihormati di ruang pengadilan dan pelanggaran akan hal ini dapat menyebabkan hukuman. Hakim biasanya mengenakan baju berwarna hitam. Kekuasaannya berbeda-beda di berbagai negara.

Apa itu hakim dan bagaimana tugasnya, dengan uraian singkat diatas sudah sedikit menerangkan fungsi dan tugas mereka.

“Iya, saya dan rekan- rekan hakim yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia berencana untuk melakukan unjuk rasa kepada Presiden dan DPR,” kata pembuat grup yang juga hakim Pengadilan Negeri di Yogyakarta, Andy Nurvita, kepada detikcom, Senin (18/4).
================================================================================

“Hakim-hakim itu enggak usah mogok. Kalau merasa gaji kecil berhenti saja jadi hakim,” kata Ketua Komisi III DPR Benny K Harman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/4/2012). silahkan baca di link ini

Bagaimana menurut pembaca mengenai statement dari Om benny, sengaja saya bold kan tulisan tersebut agar jelas.

Menurut saya seharus nya sebagai anggota DPR pusat bisa menyikapi hal ini dengan bijak, bukan nya mengekspresikan keangkuhan, luangkanlah waktu sejenak, lepaskanlah sesaat jas bergengsimu, pakailah stelan rakyat jelata, picingkan matamu lihatlah lebih jelas keadilan seperti apa yang di inginkan oleh para hakim. Engkau adalah wakil dari kami yang kau panggil rakyat, engkau berasal dari kami rakyat juga, kelak kembali ke tengah – tengah kami, kursi mewahmu di gedung lux beralas kan kulit pilihan, kelak juga akan berganti pantat.

“Tanpa hakim maka tidak ada kekuasaan Kehakiman dan karena Kekuasaan Kehakiman adalah salah satu pilar Negara, ketiadaannya akan menyebabkan rusaknya tatanan bernegara.” Jikalau pilar negara rusak, apa jadinya negara ini? imagine it …

Aksi para hakim ini di dukung juga oleh cholil

“Jika pemerintah tidak merespon tuntutan hakim untuk realisasi pemenuhan hak-hak hakim sebagai pejabat negara dengan memberikan batas waktu yang pasti, saya akan melakukan unjuk rasa di KJRI Melbourne dan mengundang media massa Australia untuk meliputnya,” kata Cholil dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Kamis (12/4/2012).

achmadcholil, Hakim Pengadilan Agama Bekasi yang tengah menempuh pendidikan di Melbourne Law School, The University of Melbourne, Australia.

Menurut Cholil, tuntutan pemenuhan hak-hak konstitusional ini merupakan tuntutan jangka pendek dan mendesak dari hakim Indonesia. Adapun tuntutan jangka panjang adalah tuntutan kemerdekaan kekuasaan kehakiman dengan diwujudkan kemerdekaan anggaran peradilan (judicial financial independence).

Cholil merupakan Hakim Pengadilan Agama Bekasi yang tengah menempuh pendidikan di Melbourne Law School, The University of Melbourne, Australia. Meski dirinya satu-satunya hakim yang tengah kuliah di Melbourne, dia tidak takut demo seorang diri di KJRI. Langkah tersebut sebagai bentuk serius bahwa hakim harus diberikan kemandirian, termasuk dalam kesejahteraan.

Hakim hanyalah pegawai yang bekerja kepada Negara dan Negara memberinya tugas semata-mata melakukan peradilan dengan menegakkan UU dan peraturan lainnya. Nah jika negara sudah memberikan tugas maka kesejahteraan mereka para hakim, negaralah yang bertanggung jawab atas kesejahteraan mereka.

Ingin ku uraikan lagi lebih luas lebih lugas, namun apa daya profesi hidupku bukan lah seseorang yang berjubah hitam dengan kayu berukir.
Sebagai bahan bacaan tambahan bagi para pembaca yang ingin mengetahui tentang hakim, dan mengapa mereka menuntut keadilan silahkan membaca Quo Vadis Status Hakim yang ditulis oleh salah seorang hakim

Aku tak ingin memvonis si ini benar, si fulan salah, sesungguhnya kebenaran sejati milik Yang Maha Kuasa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s