Antara Lady Gaga dan Lina Geboy

Kuman diseberang lautan terlihat, gajah dipelupuk mata tak terlihat

Lady Gaga

Pepatah yang ku Bold dan ber underline sangat pantas terhadap isu yang sangat panas mengenai sosok anak manusia yang mendedikasi hidupnya untuk bisnis hiburan semata, terlepas label negatif yang diberikan kepadanya. Apa yang dilakukannya adalah ke professional an tuntutan pekerjaan yang di geluti, ini hanya sebuah pendapat bukan pembelaan.

Pro dan Kontra mengenai konser sang mega bintang Lady Gaga di izinkan atau tidak menjadi sebuah bahasan yang menjadi fardhu a’in, ini terlihat dari media jejaring sosial seperti komentar – komentar Facebook yang sangat banyak menolak sang bintang agar tak diberikan izin untuk mengadakan pertunjukannya di negeri tercinta kita ini, ada ribuan alasan penolakan atas rencana manggung si lady, salah satunya adalah konser lady gaga akan merusak nilai nilai moral.

Protes keras terhadap hal ini terjadi di dunia nyata dan maya, rama – ramai ormas label biasa hingga label agama turun tangan bahkan ada yang mengancam akan menurunkan massa dalam jumlah yang tidak sedikit

coba anda bandingkan kedua viedeo unduhan di youtube ini

Bagaimana ? Terlihat jelas bukan mana yang merusak moral dan mana yang tidak. Cobalah anda perhatikan dari ketiga video tersebut, yang menonton, kira – kira yang mana banyak abg nya 🙂

Jika berbicara masalah merusak moral tak perlu ribut – ribut ikut – ikutan menyatukan ide menolak konser si lady gaga, marilah kita melihat dulu sudah benarkah moral bangsa ini ?

Mari kita ambillah sebuah contoh kecil yang sedang terjadi di dalam kehidupan kita sehari – sehari, saya yakin anda sudah sangat familiar dengan yang nama nya layar kaca alias TV, tayangan – tayangan yang di suguhkan setiap hari kandungan edukasikah yang banyak disiarkan atau kandungan yang melunturkan nilai moral mentalitas generasi seperti acara “pergunjingan” yang berkedok infotainment, menceritakan tingkah polah orang yang mencari rezeki di dunia hiburan, belum tentu menjadi sebuah tontonan yang menjadi tuntunan. Sesuatu yang tidak biasa jika terus menerus dilihat maka akan menjadi sesuatu hal yang biasa.

Hak siar, hak penanyangan di televisi itu berada ditangan pemerintah, mereka saja melegalkan tayangan – tayangan yang kandungan edukasi hampir tidak ada sama sekali. Lihatlah diri kita, sekeliling kita begitu banyak hal yang merusak moral, bahkan moral dari pemimpin bangsa ini pun patut dipertanyakan.
Dan pada akhirnya dengan berbagai pertimbangan sang bintang  membatalkan konsernya di indonesia, FPI pun bersorak girang “Kita menang” :mrgreen:

Aku hanya geleng -geleng kepala dalam hati berujuar, yang tak perlu menjadi perlu
Coba anda bayangkan jika anda seorang promotor berapa kerugian yang anda derita. Ya sudahlah sebenarnya banyak yang ingin ku uraikan tapi enggan ku tulis, yang ada nanti malah saya di tuding antek – antek iluminati.

Kebenaran itu hanya satu, pendapat yang mengatakan benar sangat banyak, kebenaran itu hanya milik Allah

Protes terhadap konser lady bukan hanya di indonesia saja, namun juga di negara – negara lain, akan tetapi bisa di selesaikan dengan solusi sederhana salah satu nya pembatasan umur penonton, fashion yang di sesuai kultur negara yang melangsungkan konsernya.

Iklan

3 thoughts on “Antara Lady Gaga dan Lina Geboy

  1. Hahaha bener banget tuh bang, Ngapain kita ribut” masih banyak masalah yang harus diUrus ketimbang ngurusin Lady Gagal 😀

  2. Ping-balik: Baca Koran dan Mikir « Me, Computer, Web Desain, Internet & Security

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s