Tentang Waktu, Doa dan Si Sinting

Walau sudah 3 hari raga masih di rundung sakit, aku tetap melakukan apa yang harus dikerjakan seorang blogger, jika jiwa yang sakit maka perjalanan raga akan berakhir di dua tempat yang sangat tidak anda ingin kunjungi, Kebanyakan orang menyebut Rumah Sakit Jiwa, hal ini pun terjadi jika sanak family peduli, jikalau tidak menjadilah raga yang berjalan dengan penutup aurat yang tidak manusiawi, makan dari bekas – bekas sisa makanan yang di buang di sudut jalan berbaur dengan sampah – sampah berbahan plastik, mengais didalam tong sampah dengan aneka roma bau membuat apa yang kita makan keluar lagi.

Raga yang telah kehilangan jiwa manusiawi melangkah tanpa arah, tersenyum dengan tanpa makna, ku lihat jelas dimatanya rasa bahagia yang tak terlukiskan, dalam sapa senyumnya dengan kekumalan kulit ari penutup rangka tulang belulang, dia berwicara  padaku yang diutarakankan bersama telepati udara dihantarkan oleh bumi saat jarak hanya beberapa jengkal tanah yang ku pijak.

mengais makanan

“Aku bahagia kawan, aku bebas lepas, tak ada lagi kepedihan, tak kurasa lagi kesedihan, kenestapaan jiwa, tak ada lagi yang harus ku kejar, tak perlu lagi ku meraih mimpi, tak ku butuhkan tempat tinggal, aku hanya butuh sedikit makan dari sisa yang kalian buang, aku juga makhluk tuhan, walaupun aku sama seperti seekor kucing yang sedang mengais sisa -sisa makanan dari tong sampah itu, namun bentuk ragaku sama seperti mu, oh kamu dari kutaraja tanah dari pembawa cahaya ? untuk apa bersusah payah menghabiskan waktu hanya untuk melihatku, toh aku tidak sama sekali merugikan kalian, aku hanya butuh sedikit ruang untuk hidup, aku tak pernah makan hak anak yatim, merampas hak petani, memanipulasi milik rakyat. Kenapa kau hanya diam wahai anak sumatra ? Jawablah aku jangan menatapku seperti seekor kucing terhadap tikus !!
“Aku mendengar semua apa yang telah kau utarakan kepadaku, jika suatu saat kumiliki kemampuan Isa Al-Masih maka akan ku coba menarikmu kembali kepada jalan kehidupan selaknyanya dirimu” …

“Aku tidak butuh, jangan berkhotbah didepan ku, pergilah menjauh dariku, enyahlah engkau dari pandangan mataku”

“Santailah sedikit kawan jangan murka yang kau kedepankan, bukankah engkau tidak dilahirkan untuk ini ? kau adalah salah satu khalifah dalam hidupmu?
Dia tak menjawab hanya diam sesaat membuang muka dan tertunduk berjalan meninggalkanku.

Detak jarum jam dua kali lipat lebih cepat, pergerakan jarum panjang dan jarum pendek jam di taskbar laptopku kurasakan melesat cepat. Kejenuhan, kelelahan dan kepenatan telah membumbung tinggi dalam otakku, di dalam tubuhku pada sekujur badan ku yang kian rentan di udara malam yang dingin.

Kita diwajibkan untuk berdoa untuk mewujudkan impian – impian kita, Doa adalah senjata umat islam,  Doa dilakukan untuk menepis kesombongan dalam diri kita, menghilangkan rasa takkabur atas kerja keras yang telah dilakukan. Semuanya tidak akan terjadi atas izin dan kehendak Allah.

Doa juga bentuk perendahan diri kepada kepada Allah swt. Setiap kegagalan – kegagalan yang terjadi meski sudah berusaha keras untuk mencapainya namun tetap saja gagal, mengharuskan kita butuh keajaiban, sebuah pertolongan yang bisa menjadikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Namun terkadang doa – doa yang kita panjatkan tidak di kabulkan. Allah SWT belum juga menjawab doa-doa kita. Lalu sesungguhnya apa yang terjadi ? Bukankah Allah pernah berfirman “Berdoalah niscaya aku akan mengabulkannya”

Lantas kenapa doa – doa kita tak terjawabNya ? Apakah ada yang salah dengan doa – doa kita ? Boleh jadi, ada yang salah saat kita berdoa. Mungkin saja kita tidak mengerti bagaimana seharusnya berdoa yang baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s