Masukan kepada Hakim (Re Post)

Lihat para ulama di Indonesia, kebanyakan ketika menemukan sebuah permasalahan yang belum ada nashnya…sedikit-sidikit demi MASLAHAH…sedikit sedikit karena DHARURAT…bahkan lebih parah lagi terkadang memaksakan suatu nash alquran dan hadits yang gak ada hubungannya. Dan bahkan banyak da’i dan penceramah hanya pandai melawak saja dikatakan ulama, membaca ayat dan hadits aja masih gak becus apalagi mengkaji kemana arah dalalah nashnya.

Para hakim agama adalah penerus penemuan hukum di Indonesia dalam konteks ke Islaman, sungguh naif yang terjadi di peradilan agama…para hakim hanya konsen pada hukum acara, mutasi, dan sekarang website. Semua pelatihan atau istilah mereka dengan BIMTEK hanya pada hukum acara, bahkan ketika saya pernah bertanya kepada salah seorang hakim tentang makna fasakh secara mendetail gak jelas jawabannya, ntah kemana mana… padahal itu sangat mendasar sekali, apalagi untuk menemukan dan menerapkan hukum Islam yang baru.

Bahkan kenyataan para hakim agama menghapus Teori FASAKH beda agama dengan talak bain hanya berdasarkan teori maslahah..Ijtihad apa pula ini…sedikit sedikit Maslahah..sedikit sedikit Dharurah…ngerti gak makna dan penerapannya!! Bagaimana mau menjadi wakil tuhan sebagai penerus penegak hukum Islam di Indonesia..banyak hukum Islam yang Anda kebiri dengan dalih sebagai hukum postif…lalu atas dasar kebenaran apa yang anda putuskan itu yang Anda Anggap mendapat pahala jika benar dan sesuai dengan hukum postif yang terkadang berbeda dengan hukum Islam.

Para Hakim Peradilan umum, sangat mengagungkan hukum acara dan hukum materi (Hukum acara perdata, hukum acara pidana, KUHP, KUHperdata, BW, dan lainnya)…Sadarkan Anda semua itu hukum buatan kolonial penjajah untuk rakyat terjajah Indonesia. Kenapa Anda agung-agungkan dan sangat betah menghapal dan menerapkannya. Kebenaran yang ada dalam hukum tersebut adalah kebenaran bahwa “Nilai-nilai penjajahan masih melekat dalam kitab hukum tersebut dan Anda menerapkannya pada rakyat Indonesia yang telah merdeka”. Apakah Rakyat Indonesia yang sudah puluhan tahun ini merdeka dan memiliki generasi yang punya jiwa merdeka tidak mampu membuat hukum di masa kemerdekaan ini.
Apa perlu kami dari kaum akademis turun langsung membuatkannya??!!! Mana profesionalitas Anda sebagai seorang pakar hukum dan pelaku penegak hukum.

Renungkan dan intropeksi diri wahai para hakim. Jangan anda liat siapa saya tapi lihatlah apa yang saya katakan…mana tradisi ilmiah dan intelektualitas Anda…buktikan!

oleh Andi Kusumah via Facebook

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s