Pacaran sama dengan seks bebas

Pembukaan
Bukan suatu hal yang mengejutkan jika pada saat perkembangan web 2.0 kita dengan mudah menemukan  tulisan – tulisan pemikiran ide cemerlang di berbagai media online yang konsisten dalam hal tulis menulis khusus nya dalam ranah blogger. Dalam kehidupan nyata sering ku temukan teman, sahabat atau saudara, yang pada dasar nya bisa menulis memiliki pandangan dan pemikiran sendiri, hanya saja mereka tak memiliki minat untuk menuliskannya dalam bentuk postingan blog.

Sebagai seorang blogger, isi tulisan yang ku posting di blog ini tidak selalu dominan tulisan hasil pemikiranku sendiri, pada saat browsing tak jarang kutemukan tulisan pemikiran – pemikiran lewat tulisan yang di posting di blog, saat membaca tulisan tersebut jika menurut analisa ku menarik kebiasaaan yang ku lakukan  menyimpan dalam bentuk txt, dan repost kembali di blog ini.

Berikut salah satu tulisan yang di kirimkan kepadaku melalu jejaring sosial Facebook, minta untuk di publish. Menurut sang sahabat empu nya karya ini dibuat termotivasi berdasarkan sebuah gambar yang ku upload di media pertemanan beberapa waktu yang lalu.

Selamat membaca

Pacaran sama dengan seks Bebas

PACARAN SAMA DENGAN SEKS BEBAS

Masa-masa awal berpacaran pasti sangat indah apapun dilakukan untuk membuat pasangan atau pacar kita senang dan ceria tanpa tahu hal sebenarnya terjadi. Akan tetapi lain ceritanya jika dalam waktu yang sudah lama berpacaran apakah hal yang indah-indah sering terjadi atau malah sebaliknya banyak terjadi pertengkaran dan juga kesalahpahaman pasti itu pernah terjadi bukan? Memang sich sebagian dari orang-orang yang berpacaran terlalu lama atau bahkan melebihi 5 sampai 10 tahun itu aka nada rasa bosan atau malah sudah biasa saja, akan tetapi tidak sedikit yang masih mempertahankan keharmonisan dan rasa kasih sayangnya tidak berubah dari awal, itu sich tergantung pasangannya iya tidak.

Fakta menunjukan sekitar 20-40 % orang yang berpacaran itu tidak berlangsung ke jenjang pernikahan apa lagi usia dari pasangan tersebut masih sama-sama muda dan mungkin masih ingin mencari yang terbaik kali ya makanya komitmen yang dijalankan ya seperti, “kita jalanin dulu aja yang sekarang” ungkapan itu pasti sering terdengan bukan? tingkat kedewasaan dan juga rasa pengetian dan menghormati serta kejujuran memang mutlak menjadi factor kelanggengan dalam membina hubungan disamping faktor lainnya.

Rokan (2007) dalam rubrik Seks Bebas Remaja dikoran replubika,memuat data data sejumlah peneliti antara lain

  1. Kantor Berita Antara menulis, ”85 Persen Remaja 15 Tahun BerhubunganSeks”
  2. Warta Kota (11/2/2007) memberi judul, ”Separo Siswa Cianjur Ngesek”.
  3. Harian Republika terbitan 1 Maret 2007 menulis ”Hampir 50 persen remaja perempuan Indonesia melakukan hubungan seks di luar nikah.”
  4. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) melakukan survei menyatakan pula bahwa sebanyak 85 persen remaja berusia 13-15 tahunmengaku telah berhubungan seks dengan pacar mereka. Penelitian pada2005 itu dilakukan terhadap 2.488 responden di Tasikmalaya, Cirebon,Singkawang, Palembang, dan Kupang.
  5. Direktur Eksekutif PKBI, Inne Silviane, hubungan seks itu dilakukan dirumah sendiri, rumah tempat mereka berlindung. Sebanyak 50 persendari remaja itu mengaku menonton media pornografi.Dari penelitian itu pula diketahui, 52 persen yang memahami bagaimanakehamilan bisa terjadi.
  6. Penelitian lain dilakukan Annisa Foundation, diberitakan, 42,3 persenpelajar SMP dan SMA di Cianjur telah melakukan hubungan seksual. Menurut pengakuan mereka, hubungan seks itu dilakukan suka samasuka, dan bahkan ada yang berganti-ganti pasangan. Penelitian inidilakukan Annisa Foundation (AF) pada Juli-Desember 2006 terhadap 412responden, yang berasal dari 13 SMP dan SMA negeri serta swasta.
  7. Laila Sukmadewi, Direktur Eksekutif AF, mengatakan hubungan seks diluar nikah itu umumnya dilakukan responden karena suka sama suka.Hanya sekitar 9 persen dengan alasan ekonomi. ”Jadi, bukan alasanekonomi. Yang lebih memprihatinkan, sebanyak 90 persen menyatakanpaham nilai-nilai agama, dan mereka tahu itu dosa,” ujar Laila.

Dijelaskan,sebagian besar mereka menggunakan alat kontrasepsi yang dijual bebas, sebanyak 12 persen menggunakan metode coitus interuptus. Rasmini (2007), menulis bahwa “Trend seks pranikah menjadi fenomena menggiurkan bagi gaya hidup remaja sekarang. Apalagi budaya permisif tampaknya melegalkan perilaku seks pranikah. Dalam kondisi aktif dan labil,dalam pencarian jati diri remaja memang sangat mudah terseret arus trend seks pranikah. Selanjutnya dia memaparkan hasil penelitiannya, 766 responden”.

Penutup
Tulisan ini sama sekali tak kutambahi atau ku kurangi, seperti kata teman saja si Juragan Aksara

Mungkin anda sudah pernah menemukan tulisan semacam ini di mana pun. Namun bagaimanapun, tulisan adalah tulisan, semua (secara subjektif) layak catat, layak dapat tempat. Baik atau pun buruk.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s