Aku bertanya Pak Kumis menjawab dan Mereka diam

Motivasiku menulis hari ini tak lain dan tak bukan karena diskusi kecil disebuah rumah makan sederhana di sektor 9 Tangerang Selatan dengan seorang teman yang usia nya lebih tua dariku Sebut saja namanya pak Kumis (bukan nama yang sebenarnya) . Awal nya hanya iseng menanyakan tulisan ku yang berjudul aku hanya meminta kritik saran darinya karena kurasa apa yang telah ku tulis masih ada yang kurang namun kekurangan tak ku ketahui secara pasti dikalimat mana baris ke berapa.

Pak Kumis cuma menyarankan, untuk membaca tulisan menteri dalam kabinet yang di pimpin oleh SBY yaitu dahlan iskak yang beralamat di  . Ku berpendapat itu blog nya menteri, eh ternyata bukan, blog tersebut dibuat oleh pramudya putra utama , nah pengakuat nya seperti dibawah ini :

Ya, selamat datang di dahlaniskan.wordpress.com, Blog ini BUKAN merupakan personal blog dari Dahlan Iskan. Blog ini hanya sebuah KliBlog (Kliping Blog) dari Catatan Dahlan Iskan yang diterbitkan di surat kabar Jawa Pos, Ya hanya kliping, tak lebih dari itu. Sebuah blog yang saya dedikasikan kepada Bapak Dahlan Iskan, seorang manusia biasa yang luar biasa yang merupakan salah satu inspirator bagi saya.

Sebelumnya di wall/dinding grup abc (afacebook) sudah ku kirimkan pertanyaan, namun hingga kini belum ada jawaban dari teman – teman blogger. Entahlah tak ku tahu secara pasti, mengapa belum juga ada jawaban, apa mungkin tulisan tersebut menyindir pemimpin negeri ini begitu tajam ? Hingga teman – teman enggan berkomentar.

Aku menulis apa saja yang ingin ku tulis, sebagai seorang blogger yang sedang belajar menulis target yang ingin ku capai adalah bisa menulis apa saja yang berbentuk seperti cerpen, artikel, jurnal, laporan dan berita bahkan kelak menulis buku. Dulu semasa masih bocah pernah bercita – cita ingin menjadi wartawan, dimataku waktu itu sosok tersebut sangat luar biasa berpergian kemana – mana hingga keluar negeri mengabarkan tentang kebenaran.

Seiring bertambahnya usia, beranjak dari bocah menjadi remaja tanggung cita – cita ku pun berubah disuatu subuh 25 tahun yang lalu, ketika menonton TVRI sebuah tanyangan religi pidato seorang bocah dalam bahasa inggirs dan bahasa arab diselingi kegiatan penggunaan Komputer.

Sekarang saat usia ku sudah “berkepala tiga” cita – cita lama kembali bangkit dari dasar jiwa, ya saat ini aku sedang belajar menulis dalam topik apa saja, tentunya banyak kesalahan disana sini, kritik dan masukan sangat aku butuhkan dari teman – teman baik itu dari seorang blogger atau dari pengunjung.

Doakan saya semoga niat saya terwujud …

Iklan

4 thoughts on “Aku bertanya Pak Kumis menjawab dan Mereka diam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s