Manusia Menggenapi dan mengganjilkan

Berawal dari nol dan berakhir pada 9 atau sering di mulai dari 1 berakhir pada nol, adalah bilangan penjelas jumlah dasar yang menjadi tak terhingga ketika di aplikasikan dalam berbagai aspek kebutuhan dalam hidup, nomer erat kaitan nya dengan keberlangsungan hidup, kita berawal dari nol pada seketika waktu dimasa mendatang menggenapi nya menjadi dua dan seterus nya mengganjilkan menjadi tiga.

Dari tiada menjadi ada, dari ganjil menggenapi dan dari genap ganjil kembali begitulah berulang – ulang tanpa henti, inilah hidup menjalani angka – angka, kita yang telah lahir dan menghuni bumi adalah bagian dari angka ganjil dan genap di penghujung usia kembali ke haribaan Nya pada akhirnya menjadi tiada alias nol.

Angka 13
Yah sebahagian orang mengatakan 13 adalah angka tidak beruntung, apakah dua nominal nomer ini buruk dipandang dan tidak layak digunakan ?

Mari kita amini angka 13 ini tidak baik, sekarang mari coba berhitung tanpa angka 1 dan 3, (coba berhitung dalam hati)

Diawal – awal angka satuan (1- 9) mungkin mudah menghitung tanpa angka satu dan tiga, lantas bagaimana dengan angka duet atau angka belasan (11 – 19 ) kesemuanya menggunakan angka satu sebagai pedamping.

Bagaimana sudah mencoba berhitung di dalam hati ? terasa asing, aneh dan sangat lucu, menjadi sebuah banyolan tak bernalar, sangat tidak masuk akal berhitung tanpa angka satu, dan sangat tidak bijak mengatakan angka 13 pembawa sial.

Mengganjilkan dan menggenapkan
Aku tidak hendak mengajarkan ilmu berhitung kepada anda, tidak pula memaksakan opini pembenaran pemikiran tentang salah dan benar mengenai angka 13, akan tetapi hanya menggambarkan hal sepele yang tentunya punya efek besar atau kecil, tergantung pemahaman, ketika tanpa sengaja dipaksa berhadapan dengan perkara ini keputusan mengenai bisnis, kelangsungan hidup ketika harus memilih tujuan sebab akibat angka.

Ketika seorang bocah beranjak remaja dan remaja beranjak menjadi dewasa maka naluri alami akan mencari pendamping hidup, dan sekita telah didapatkankan maka genaplah jumlah (pernikahan), di kemudian hari di lain waktu menginginkan keturunan, maka berproses lah manusia dengan cara alami, saya yakin anda pasti mengerti yang saya maksud :mrgreen:  tentunya hasil nya dengan izin Allah di luluskan atau tidak.

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan serta menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian adalah orang yang paling bertakwa di sisi Allah (QS al-Hujurat [49]:13).

Dari kesendirian menjadi bersama, satu menjadi dua, suami istri menginginkan anak maka jelaslah sebuah kesimpulan kecil dari jumlah ganjil menjadi genap dan genap menjadi ganjil kembali, dan pada akhir nya menjadi 0 alias kembali Nya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s