Kunjungan yang tak terduga Menteri BUMN

Matahari belum benar terbit, semburat merah terlihat jelas di ufuk timur pertanda sesaat lagi sang raja hari akan hadir menghangatkan bumi, di sebuah lapangan yang tak begitu luas di pinggir telah pancangkan umbul – umbul berwarna dasar putih dengan ragam tulisan mengatakan dia adalah yang terbaik dan tercepat di dunia yang tak nyata, dunia maya tempat segala bentuk informasi tanpa batas bahkan diluar batas.

Semilir dingin udara pagi masih saja terasa menusuk hingga kedalam tulang sum – sum, ku tarik lebih rapat lagi ritsleting sweter  sekedar menghalau dingin, pagi kali ini berbeda dengan minggu kemarin, sisi lapangan yang di batasi tembok pemisah terlihat lebih bersih, rumput telah di potong, tak kulihat satu pun lapak pedagang yang di gelar, ada apa hari ini. Lapak yang biasa kugunakan untuk menjajakan dagangan telah di tempati oleh orang lain, ya dia penjual bawang merah dan sedikit ikan kering,

Pak Menteri Datang
Matahari mulai meninggi, tanah lapang yang tadi kosong sekarang mulai terisi perlahan satu persatu dengan berbagai usaha, dari rakyat kecil hingga usaha kelas atas dari penjual beras hingga penjual kertas, berbagai macam jajanan murah meriah di sajikan kepada para pembeli, tentunya dengan harga yang sangat terjangkau dan tak kan menguras isi saku, mencari keuntungan dengan keramaian pada hari itu bukan perkara sulit, asal ada kemauan maka akan ada jalan tentunya dengan tema Perdagangan alias berjualan, seluruh penjuru kampung akan berduyun – duyun mengunjungi, meskipun tidak semua untuk membeli, melihat sekejap tentu sudah menjadi hiburan tersendiri, apa yang dijual dibeli atau tidak, itu tergantung kebutuhan dan sedikit kelihaian lidah beramah tamah kepada pengunjung.

Ditengan – tengah lapangan telah didirikan panggung, entah ada agenda apa, tak ku ketahui dengan pasti, yang jelas hari tersebut hari libur bagi golongan pelajar dan pegawai negeri sipil yaitu hari minggu. Tak lama kemudian ku dengar dari pengeras suara kalau hari tersebut menteri negara berkunjung dalam rangka ulang tahun sebuah surat kabar yang ada di jawa barat.

Sepasang protokol (Mc) yang di tunjuk sebagai pembicara tak henti – henti nya bercuap – cuap ria di selingi gelak tawa mereka berdua, sebagai penghibur para pengunjung dan para pedagang, kadang lucu dengan gurauan diselipkan dengan bahasa sunda, dan kadang tidak lucu sama sekali namun dipaksa lucu sekadar pengulur waktu, katanya pak menteri akan segera hadir dan ikut dalam agenda itu.

Pikirku pak menteri akan segera hadir dikawal oleh polisi dan tentara seperti yang biasa ku lihat di aceh dulu.
“ibu – ibu dan bapak – bapak segera maju ke depan panggung, karena sebentar lagi pak dahlan iskan akan segera datang dan senam bersama kita” ujar si Mc lewat pengeras suara, lelaki yang disebut tak lama kemudian naik keatas panggung, mc memberi aba – aba kepada para peserta pesenam dadakan pertanda senam segera dilaksanakan di iringi musik.

15 menit kemudian senam pun usai, Mc memberi info kalau sang menteri akan melakukan gerak jalan bersama – sama, secepat kilat aku pun mencoba mendekati kerumunan orang yang berkumpul di sekitar pak menteri, maksud hati hanya ingin mengambil gambar secara dekat, berkali – kali ku coba namun gagal yang ku dapat karena banyak wartawan yang melakukan hal serupa mengambil foto berjubel – jubel, pak menteri hanya 2 langkah di depanku, namun apa daya dorong mendorong antara pengawal yang ingin memberi ruang agar pak menteri bisa berjalan dan orang yang ingin melihat pak menteri secara dekat tak ter elakkan.

Aku kesal, dan sedikit kecewa dengan kondisi ini, seandanya aku wartawan maka akan sangat mudah untuk mendekati walau hanya sekedar salam. Aku hanya bisa melihat dari kejauhan senyum lepas sumringah sang menteri BUMN, katanya sangat sederhana dan merakyat.

Semoga lain waktu aku punya kesempatan lagi 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s