Semoga langit tak mendengar

Diantara kebisingan aktifitas suasana pasar kala senja merayap malam dan suara panggilan telah mulai diperdengarkan untuk manusia sekedar bersyukur atau sekedar menjalankan kewajiban dalam perjalanan hari.

Terkadang seiring berakhirnya panggilan dari waktu magrib telah tiba, ingin ku pergi ke negeri entah berantah, namun langit seperti nya menghendaki ku tetap di bumi yang ku pijak ini dengan segala persoalan hidup, bukan nya aku ingin lari dari kenyataan seperti pecundang yang kabur sebelum bertanding, lari pontang – panting dari medan laga, hanya butuh sedikit ruang atmosfir yang berbeda, udara yang ku hirup saat ini menyesakkan rongga dada di sisi hidup sesak sempit.

Ritme rotasi hidup bagai jarum waktu berputar monoton dalam irama yang sama, meskipun pernah telah lelah menambahkan sedikit warna, namun warna yang ku pilih luntur dalam ke egoan merasa paling berhak benar karena senioritas, walaupun pada akhirnya warna pilihanku diterima, namun spirit ku telah letih.

Aku ingin mengadu padamu bumi namun jangan katakan pada langit, biarkan ini menjadi rahasia kita berdua, titahkanlah pada hujan agar dia berdendang agar tenang hadir dalam tiap tetesan yang membasahi kita. Biarkan saja ku menari dan berlari seperti bocah yang bertelanjang dada bebas lepas, wahai hujan berdendanglah lebih deras agar lantang suara tak terdengarkan oleh langit. Dan engkau petir menggelegarlah lengkapi keindahan ini meskipun kita tahu ini hanya sekejap waktu yang kita punya, nikmatilah duhai teman, agar kelak nanti tiada lagi rindu mengoyak jiwa dan tiada lagi kepedihan yang harus di reguk.

Aku tau nanti kita akan menyatu dalam keheningan waktu, kan kupeluk selamanya bumi, dan tetesan hujan akan menjadi selimut dalam waktu yang tak pendek.

Hidup sekali pasti, tidak diantara kegalauan beriring resah membuncah terkadang hilang arah dalam kekinian waktu lepas kendali menjadi bagian – bagian percuma tanpa arti, tak perlu banyak mendebat dan bertanya, tapi pahami apa yang telah ada, bukan waktunya banyak menuntut sedangkan yang dipinta tak terpahami.

Iklan

2 thoughts on “Semoga langit tak mendengar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s