Ulang Tahun Negeri Seribu Pulau

Sejarah adalah proses dialektika pergulatan manusia atau bangsa menuju cita – citanya, oleh karena itu dalamsejarah terkandung proses pergumulan pemikiran manusia dan padanya itu lahir sejumlah visi tentang masa depan.  Para penggagas atau visioner menempati sebagai pelaku sejarah.

Kita tau dan menyadari sejarah di tulis oleh pemenang, versi yang beredar dan diketahui oleh generasi sesudahnya pun hanya mengikuti keinginan sang pemenang.

Sebenarnya banyak hal – hal yang relevan untuk dikaji ulang dan menjadi cerminan, namun karena sejarah ditulis tidak secara gamblang, maka banyak fakta peristiwa menjadi kabur.

Tugas semestinya generasi sesudahnya tidak serta merta menerima begitu saja “peristiwa” yang bersumber dari teks resmi. Mencari pendapat lain dalam konteks kearifan atau bahkan menulis ulang secara objektif.  Masih terlalu banyak peristiwa penting yang masih menjadi misteri hingga kini. Kita harus berani mereka ulang sejarah dengan pendekatan fakta bukan politik.

Hanya orang – orang yang bijak yang bisa menjadikan peristiwa masa lalu sebagai cerminan agar siap ketika menghadapi permasalahan yang serupa yang terjadi saat ini atau besok.

Memperingati hari kemerdekaan indonesia yang ke ke sekian kalinya, untuk mengenang kembali proses panjang  perjuangan untuk sebuah kemerdekaan yang sejati, karena merdeka dalam artian sesungguhnya masih dalam sebuah wacana hingga kini, merdeka masih menjadi sebuah mimpi angan – angan anak negeri, para tokoh pengisi kemerdekaan masih berkutat dalam kepentingan kelompok dan pribadi dibalik kedok  demokrasi yang mengatas namakan kepentingan rakyat.

Problem mendasar masih saja bertumpuk bagaikan kertas yang diungguk dan tak pernah kunjung selesai dan selesaikan, begitu juga dengan hukum masih carut marut tidak berjalan pada koridornya, hukum bagaikan mimpi yang tak terbeli bagi mereka yang berhak di lindungi hukum, begitu juga dengan sentralisasi kekuasaan terpusat berkutat dengan korupsi yang tiada habis nya.

Padahal begitu banyak solusi sederhana untuk mengatasi dan mengentaskan persoalan mendasar, namun keengganan penguasa dan pemimpin negeri untuk duduk bersama demi tercapainya cita – cita pancasila.

Meskipun sejarah mengatakan dengan fakta yang sangat akurat orde baru adalah, masa – masa kelam dari sejarah perjalanan bangsa indonesia, lantas kebijakan – kebijakan nya secara keseluruhan selama memimpin itu tidak baik atau tidak pantas untuk di lanjutkan. Tidak semua kebijakan nya nya buruk.

contoh sederhana adalah sistem kebijakan nya pada sektor pertanian, yang menurut hemat saya sangat merakyat, sang pemimpin orde baru turun lapangan secara langsung bertemu dengan para petani dan memberikan berbagai kemudahan dan solusi tepat guna.

Manusia pada dasar nya memiliki dua sisi yaitu baik dan buruk, nah mengapa kita tidak mengambil sisi baik nya saja yaitu, masalah pembangunan sektor ekonomi paling dasar yaitu pertanian.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s