Negeri Indo Marga Rapat Partai (lanjutan)

NEGERI INDO MARGA (Rapat Partai) Lanjutan

Cerita ini merupakan lanjutan dari Cerita sebelumnya Negeri Indo Marga rapat Partai

Yudha menantap anak buahnya, wajah nya memerah menahan amarah, mulut terkatup rapat, tatapan nya tajam, suasana menjadi hening. Apa yang hendak di katakan nya terhenti. Pantangan baginya pada saat dia berpidato tidak di simak dan di perhatikan, dan jika terjadi dia tidak segan – segan untuk memarahi nya, atau menegur dengan keras. Namun untuk menjaga wibawa nya tidak terlihat buruk, sekuat tenaga di tekan rasa ingin marah, Yudha menghela nafas panjang membuang pandangan ke arah lain mencoba menetralisir hati yang sedang bergejolak, setelah merasa sedikit tenang ia melanjutkan pidatonya.

“Saudara – saudara sebangsa dan setanah air, elektebilitas partai yang kita usung sudah berada diambang kritis, masyarakat hilang kepercayaan kepada kita semua, ulah – ulah segelintir dari kita telah mencemari perjuangan kita membangun negeri ini lebih baik, ditambah dengan konflik internal yang terjadi di tubuh partai juga memperkeruh keadaan, apakah seperti ini yang kita  inginkan ?  Yudha diam sejenak kemudia melanjutkan.
“Kita pada awal nya bersama – sama dengan tujuan yang sama yaitu membangun negeri ini lebih baik, membenahi permasalah hukum, politik, ekonomi, melawan korupsi, ironis yang terjadi anggota kehormatan partai ini melakukan tindakan tercela yaitu korupsi ..!
“Saya yang dipercaya oleh anda semua dan rakyat diberi mandat sebagai pemimpin negeri ini, sangat malu dan terpukul dengan korupsi yang terjadi, usaha yang kita perjuangkan menjadi sia – sia, apa yang harus kita lakukan sekarang, tindakan apa yang harus kita ambil, kita tidak punya banyak waktu, masa jabatan yang kita emban sesuai dengan peran masing – masing sebentar lagi usai, sudah selayaknya di akhir masa jabatan kita meninggalkan kesan yang baik pada periode kita mengatur negeri ini.

“Saya mengakhiri wacana ini, dan ini bukan penutup dari agenda kita hari ini, saya harap saudara – daudara mampu mencari solusi yang signifikan hari ini juga, saya berikan waktu untuk saudara – saudara semua untuk rembuk mufakat guna mencari solusi secara horizontal aktual dan terpercaya selama 1 jam, silahkan sadara – saudara membentuk group secara  kelompok capir, jika solusi tepat guna sudah saudara – saudara temukan, nanti harap di dikemukakan dengan komitmen dan tidak bersifat ekplisit saja”! Yudha kemudian melanjutkan “Jika ada sumur di ladang boleh lah saya menumpang mandi, jika ada kata yang salah jangan lah di simpan di dalam hati, sekian dan terim kasih. Yudha mengakhir orasinya dan undur diri.

Setelah Yudha undur diri, sontak suasana yang tadi hening berubah jadi riuh, ribut bagaikan suasana ruang kelas playgroup, ada yang berteriak kerja … kerja .. kerja … ada yang bersiul, tepuk tangan memanggil, yah singkat nya suasana rapat partai bagaikan pasar pagi. Yudha terdiam seribu bahasa, hanya bisa mengelus dada menyaksikan perangai anak buah nya.

Iklan

One thought on “Negeri Indo Marga Rapat Partai (lanjutan)

  1. Jadi, apa yang sudah terjadi dengan diri kita? Atau mungkin kita pernah merasakan mulut ini terasa berat ketika melantunkan ayat-ayat al-Quran atau mengucapkan salam kepada saudara kita. Atau mungkin kita secara sengaja memlambatkan waktu menunaikan solat?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s