Tentang cerita negara kita

Dan tersebutlah sebuah negeri besar, negeri yang teramat besar dengan ragam budaya kaya dengan hasil alam, namun miskin dengan tokoh jujur, adil, berani berkata benar, membela hak – hak rakyat jelata.

Hukum yang di agung – agungkan tidak menjadi tatanan yang menuntun yang layak menjadi aturan yang mengatur agar keseimbangan dalam sebuah negara tercipta secara dinamis mengayomi seluruh rakyat.

Tersebutlah mereka yang sangat memahami hukum, mengerti apa yang harus di tegakkan demi keadilan dan kebenaran. Pemahaman hukum sangat luar biasa mereka miliki tidak menjadikan hukum berjalan semestinya, seharusnya hukum itu mengatur demi keadilan dan kebenaran, kenyataan nya justru malah sebaliknya hukum di politisi, diputar balikkan, mereka mencari celah agar hukum bisa di kendalikan sesuai keinginan maksud dan tujuan tertentu.

Hukum apa yang hendak di tegakkan ? apakah hukum yang ditulis dengan tinta emas di yang elu – elukan sepanjang masa ?

sebelum nya negeri besar itu tidak pernah ada, dulunya hanya berupa wilayah -wilayah kecil menganut sistem kerajaan.

Tibalah pendatang dari benua eropa, yang  pada awal nya berniat sekedar berdagang, namun pada saat mereka melihat dan mengetahui mengetahui kekayaan alam melimpah ruah, mereka berubah fikiran ingin menguasai sepenuhnya, dengan politik pecah, mengadu domba, pada akhirnya mereka berhasil menjajah, setiap wilayah yang berhasil mereka kuasai,  mereka merusak dan menghancurkan tatanan yang terlebih dahulu ada seperti hukum, budaya, adat – istiadat, menginjak – injak harkat martabat manusia  hingga pecahlah pembrontakan rakyat, perang untuk melawan penjajahan.

Persamaan nasiblah membuat negeri tersebut bersatu bahu – membahu melawan pejajahan, hingga kemerdekaan di raih. Namun mereka pengisi kemerdekaan yang di beri amanah untuk memimpin negeri melupakan tatanan hukum ada sebelum nya, dengan sejengkal ilmu manusia, mereka meramu hukum sesuai hawa nafsu, menciptakan simbol – simbol kenegaraaan dengan khayalan semata berpedoman kepada si “munafik” dengan dalih modern, namun di akhir masa hayat nya sangat tragis jasadnya tak di terima bumi.

Tak terbilang harta, nyawa, darah dan airmata untuk mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Mereka pendahulu berjuang berkorban segenap jiwa dan raga.

Di dunia lain para leluhur pasti menyaksikan dan menangis sedih, sangat kecewa, perjuangan panjang mereka menjadi sia – sia.

Hukum yang mereka anggap sempurna merupakan ketidak sempurnaan serpanjang masa, kekacauan terjadi terus menerus, penindasan tiada henti, yang kuat melumat yang lemah, perebutan kekuasaan, pengkaburan kebenaran, penjajahan sesama anak bangsa secara terstruktur dan sistematis. Pengerukan kekayan negara demi keuntungan pribadi berlangsung tiada henti hingga kini.

Apa yang hendak di tegakkan, hukum buatan (hukum hawa nafsu) atau hukum Yang maha Kuasa.

Yang sedang berlaku negeri ini, penuh dengan perdebatan, adu argumentasi, meskipun ahli dan para pakar tak terhiutung  jumlah nya tak jua mampu menyelesaikan permasalahan yang ada,  Mereka menyadari hukum yang di berlaku kini harus di revisi. Ironisnya mereka gemar menghadiri acara diskusi penuh basa – basi namun ujung – ujung nya bersilat kata, jika tanggapan ide tak di dengar lawan bicara solusi  bertengkar  TV.

Jika manusia telah mampu membuat undang – undang untuk mengatur manusia, bukankah dia telah berlaku seperti Tuhan ?

Iklan

2 thoughts on “Tentang cerita negara kita

  1. Sejatinya pemerintah dan masyarakat harus segera bangun dari mimpi panjang tentang negeri subur tentrem lohjinawi, sudah seharusnya menghadapi persaingan di abad teknologi kini. Misalnya dengan membuat program pemetaan skill apa saja yang dapat terintegrasi dengan dunia industri dengan dunia digital. Pemerintah kemudian dapat menggunakan matra tersebut dalam indikator-indikator dan kemudian dijadikan standar manusia Indonesia yang berwawasan digital. Bisa juga dimasukan ke dalam kurikulum sekolah dan perguruan tinggi. Sehingga setiap siswa dan lulusan tidak hanya pintar dalam akademik dan angka-angka namun mereka juga akan sadar teknologi digital sejak dini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s