Cara Ibnu Sina menghadapi kebuntuan

Kadang perasaan galau tak menentu. Belajar secara otodidak bukan hal yang mudah dilakukan, sangat tidak menyenangkan. Belajar sendiri tanpa ada seorang guru sangat menguras energi juga menjengkelkan, berguru kepada apa saja yang didapat, mencoba tanpa ada yang menilai hasil dari percobaan.

Masa – masa dalam percobaan tak jarang tersandung tersendat dan terhenti karena keterbatasan sumber berkreasi. Kendala utama otodidak ketika hendak bertanya secara tatap muka, wajah siapa yang akan ditatap untuk mengharap jawaban mengatasi kendala.

Mencari lewat search engine google tak sepenuhnya membantu, informasi yang ada bagaikan potongan – potongan puzzle yang harus di satukan sendiri. Lain halnya jika informasi – informasi yang ada lengkap walaupun masih berbentuk puzzle. Meskipun tak beraturan tidak terlalu sulit untuk menyatukannya. AKan tetapi kenyataan nya hanya beberapa penggalan informasi yang tidak lengkap.

Seorang teman pernah mengatakan padaku via telepon beberapa waktu yang lalu
“Jika menghadapi kebuntuan kerjakanlah shalat. Shalat wajib dan sunat. Ibnu Sina saat dia menghadapi kebutuan dalam risetnya, dia melakukan shalat sunat. Selepas shalat sunat masih belum juga dia temukan solusinya dia melakukan shalat kembali dan begitu berulang – ulang hingga dia menemukan solusi.

Ibnu Sina (9801037) dikenal juga sebagai Avicenna di Dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia (sekarang sudah menjadi bagian Uzbekistan). Ia juga seorang penulis yang produktif dimana sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan pengobatan. Bagi banyak orang, beliau adalah “Bapak Pengobatan Modern” dan masih banyak lagi sebutan baginya yang kebanyakan bersangkutan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran. Karyanya yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib yang merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.

Ibnu Sina bernama lengkap Abū ‘Alī al-Husayn bin ‘Abdullāh bin Sīnā (Persia ابوعلى سينا Abu Ali Sina atau dalam tulisan arab : أبو علي الحسين بن عبد الله بن سينا). Ibnu Sina lahir pada 980 di Afsyahnah daerah dekat Bukhara, sekarang wilayah Uzbekistan (kemudian Persia), dan meninggal pada bulan Juni 1037 di Hamadan, Persia (Iran).

Dia adalah pengarang dari 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar. Banyak di antaranya memusatkan pada filosofi dan kedokteran. Dia dianggap oleh banyak orang sebagai “bapak kedokteran modern.” George Sarton menyebut Ibnu Sina “ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu.” pekerjaannya yang paling terkenal adalah The Book of Healing dan The Canon of Medicine, dikenal juga sebagai sebagai Qanun (judul lengkap: Al-Qanun fi At Tibb).

Sangat sederhana sekali cara mencari solusi yang dilakukan ibnu sina, seperti yang kita ketahui Ibnu sina merupakan salah satu ilmuan besar muslim yang menguasai banyak bidang ilmu pengetahuan seperti ilmu matematika, kedokteran dll.

Secara tidak langsung menguatkan pendapat yang mengatakan “yang memberikan masalah dari Allah”  jadi sudah jelas kepada Nya lah meminta solusi.

Apa yang telah kulakukan selama beberapa bulan belakangan adalah topik hal yang sama, aku tidak ingin tejebak fokus tertentu saja. Banyak informasi yang telah ku kumpulkan  semoga menjadi resource memperbaiki gaya menulis agar lebih baik dan terstruktur dengan benar.

Iklan

2 thoughts on “Cara Ibnu Sina menghadapi kebuntuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s