Writers Block

Writers block atau kebuntuan dalam menulis, bahasa lebih sederhana nya kehilangan ide dalam menulis, hal ini sering dialami oleh siapa saja sebagai blogger.

Menurut adyta purbaya mahasiswi jurusan Akuntansi Universitas Sriwijaya Indralaya Palembang, penulis novel “Relationship“.
Kalo menurut saya, sebenarnya writers block itu hanyalah alasan penulis untuk memanjakan dirinya dalam rasa malas. Haha..
Tapi tak jarang juga keadaan itu menghampiri saya. Kalo udah buntu ide dan gak tau mau nulis apa, saya biasanya mematikan laptop, pergi keluar dengan teman-teman, nonton bioskop, denger musik, jalan-jalan, atau juga membaca buku-buku.

Adyta Purbaya. penulis muda yang berhasil menerbitkan karyanya melalui Nulisbuku.com. Debut pertamanya langsung menulis Novel tidak memulai nya dengan menulis cerpen.

Saya sangat sering mengalami kebuntuan, namun setelah saya pikir – pikir dan telaah lebih lanjut, ternyata bukan writers block yang saya alami, lebih tepatnya adalah rasa yang sangat “malas”  seperti apa yang dikatakan adyta

Meskipun demikian saya tidak membiarkan diri larut terjangkiti rasa malas tersebut, saya memaksakan diri tetap menulis walaupun hanya beberapa kalimat menggunakan media sederhana yang mudah didapat seperti secarik kertas pembungkusan rokok misalnya. Disamping itu juga saya memanfaatkan media berbagi seperti facebook untuk menulis apa saja, hitung – hitung untuk belajar menulis cepat dengan media apa yang terlihat, terfikir dan terasakan dan pada saat itu juga saya tuangkan kedalam tulisan, bisa dikatakan tanpa editan sama sekali, dan hasilnya seperti ada dibawah :

30 Oktober 2012
Perlahan dan pasti pertarungan takdir menghirup segala energi
Belum juga dada terasa lapang, tidak juga ringan melangkah
Ku lihat sosok bayangan menangis tanpa suara

Mungkin tak setangguh itu, meskipun kau berkata tak bersungguh ..
Kau keliru padahal dalam keberadaan yang sejenak, aku berusaha memilih dengan bijak, melangkah perlahan.

seseorang yang lebih berani, lebih tangguh dari ku akan menyerang dan menghempaskan dalam kepasrahan.

Tidak, aku tidak pasrah dan menghiba, hanya butuh waktu mengumpulkan energi yang terkuras nyaris tanpa sisa.

Aku mundur sesaat hanya sekejap, bilamana pun harus terjerembab mencium tanah kelak, tapi laki – laki ini tidak pernah akan memberikan kemengan mudah ….

31 Oktober 2012
Dan sekejap semuanya menjadi indah, hari berganti, waktu yang berubah tak lepas dalam buaian melenakan, andrenalin meluap – luap melipah dari tempat yang menaungi.

Awan hitam datang, angin berhembus kencang, petir menjilati langit, sekejap hujan turun demikian lebatnya. Semua pergi berlari terbirit – birit bagai di kejar ifrit.

Dia menangis sedemikian rupa, meraung – raung seakan langit runtuh, seolah hari telah berakhir selamanya.

Perempuan bermata teduh menatap dalam hampa
Menyulam harap diantara sepi – sepi waktu dengan kepingan – kepingan hati yang telah hancur, air mata telah habis menangisi apa yang telah terjadi.

Diwaktu lain, seorang laki – laki tersenyum puas, tiada kemenangan yang melebihi apa yang telah di capainya. Dia telah menanam benih – benih kebencian sepanjang hidup. Ia berkata …

“Makan itu cinta ……”

1 November 2012
Apa yang hendak dilakukan, secara sadar selalu mengikuti bisikan halus setan durjana, malam – malam menjadi jahanam menelusuri nikmat lekukan tubuh polos. Maya tak beruang tanpa sekat dan tebenam demikian dalam pekat semakin jauh.

Meskipun fajar menyingsing sesaat lagi, si laknak berbisik penuh arti
“Tenanglah, masih ada malam besok”

2 November 2012
Mungkin sudah takdir, aku tak kan pernah bisa menjadi blogger matre, pernah mencoba beberapa waktu yang lalu namun sukses menuai gagal. Selanjut nya apa ?

Tidak ada pilihan selain menciptakan lagi sampah – sampah lewat rangkaian kalimat – kalimat tak beraturan bersama setumpuk surat kabar usang dan dua edisi majalah kisah dunia setan. Karena manusia semakin kesetanan menjadi setan.

Demikianlah beberapa penggalan yang sempat saya tulis nah semoga saja menjadi “epigon” untuk teman – teman.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s