cerita makanan kelas bawah

Satu demi satu bahan bahan – bahan makanan pokok seperti bawang, cabai, kedelai mencuat ke permukaan disebabkan oleh harganya sudah melawati batas kewajaran dan tidak masuk diakal, namun itulah kenyataan nya.

jengkol

jengkol source :bismillahku.blogspot.com

Beberapa waktu yang lalu bumbu dapur yaitu bawang mencuat ke permukaan harganya melambung tinggi karena ulah spekulan menjadi headline diberbagai media dan menjadi bahan diskusi di jejaring sosial. Pemerintah sudah mengatasinya meskipun tidak memberikan solusi yang signifikan namun setidak nya nilai jual bawang merah telah normal kembali.

Sekarang giliran jengkol dan petai naik pamor, saya tergelitik dan terkekeh dengan informasi ini bagaimana tidak ? makanan kelas bawah yang memiliki bau khas sering dipandang sebelah mata karena aroma yang tidak sedap. Jika harga bumbu dapur seperti cabai, bawang, lada naik itu sudah lumrah dan naik pada waktu – waktu terntu saja seperti menjelang ramadhan dan lebaran. Makanan yang menghasilkan bau pesing yang amat menyengat ini jadi seleb dadakan saat ini

“Sudah 40 tahun harganya segitu saja, baru tahun ini naiknya drastis,” ujar Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran, Kamis (6/6) detikFinance.

Lain hal nya dengan pendapat SPPI (serikat pedagang pasar indonesia) menilai meroketnya harga jengkol saat ini karena ulah spekulan. “Saya rasa apa yang terjadi pada harga jengkol saat ini karena permainan spekulan. Saya mengetahuinya Karena saya adalah pelaku langsung,” ujar presiden SPPI Burhan Saidi di Jakarta, Ahad (9/6) republikonline.com .

Meroket harga jengkol tidak hanya terjadi di pulau jawa, pulau sumatera mengalami juga hal serupa seperti di Pasar Raya Kota Padang, harga jengkol menembus Rp.100 ribu per kilogram (kg). Sementara petai naik hingga Rp120 ribu per kg, akibatnya pedagang banyak yang merugi dan sepi pembeli. metronews.

Menurut para pedagang melambung naiknya kedua bahan makanan ini disebabkan karena langkanya pasokan. Walaupun kedua bahan makanan ini bukan termasuk bahan kebutuhan pokok.

Terkait dengan kejadian ini pemerintah belum mengambil tindakan apapun bahkan terkesan cuek. Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi memilih diam dan tidak berkomentar mengenai gejolak harga jengkol. Bayu yang ditemui merdeka.com di kantornya, tidak mau berkomentar sepatah kata pun. Dia memilih berlalu masuk ke kantornya.

Mungkin saja pak mentri termasuk golongan orang yang memandang jengkol “sebelah mata” makanya dia lebih baik memilih diam dan ngacir, bukan kah diam itu emas ya ? :mrgreen:

Bagi anda penikmat jengkol anda bisa tersenyum lebar karena yang terkandung didalam jengkol sangat baik jika di tilik dari kesehatan akan tetapi jangan senang dulu, mudharat nya juga ada :mrgreen:

Kandungan nya ini :

– Kaya Protein
– Kaya Zat Besi
– Kaya Kalsium
– Kaya kandungan Fosfor
– Kaya kandungan Vitamin

dan Mudharat nya ini :
– Bau tidak sedap
– Jengkolat (jengkolan)

untuk lebih jelas baca  disini

Saya secara pribadi bukan penggemar jengkol dan bukan juga termasuk dalam golongan “sebelah mata” sesekali juga melahapnya dan itu pun dikarenakan beberapa alasan : tak ada pilihan lain (terpaksa), menghormati tuan rumah, karena beberapa dari sanak saudara se nenek penggemar jengkol.

Nah bagi anda penggemar jengkol selepas menikmati jengkol jangan lupa makan makanan yang berbau segar seperti mint dan buah karena gosok gigi saja tidak cukup.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s