Ramadhan dan keprihatinan

Jam 7 pagi lantai 9 di pelataran  parkir pusat grosir Tanah abang hari terakhir menjelang puasa. lewat kisi – kisi besi ku tatap jalan jauh dibawah arus lalu lintas mobil, motor dan para pejalan kaki terlihat begitu kecil bagai iringan semut.

tanah_abang

Parkiran Grosir tanah abang

Ingat seingat – ingatnya ku akan kampung halaman jauh diseberang lautan, disana tak ada gedung – gedung tinggi menjulang mencakar langit, meskipun ada hanya mesjid yang paling tinggi dan tower – tower telekomunikasi itu pun bisa di hitung dengan jari.

Disini diantara gedung – gedung pencakar langit cukup lama ku terdiam larut dalam kenangan masa – masa ketika masih di kampung, saat ramadhan tiba tua muda hingga anak – anak sangat antusias menyambut kedatangan nya.

Tak ada bunyi petasan tidak juga kembang api yang mewarnai langit, yang ada rasa ingin melakukan tradisi seperti berbuka puasa bersama, tarawih, tadarusan dan lain sebagainya.

Disini ditempat ku berpijak dekat dengan ibu kota negara situasi sangat jauh berbeda, bunyi petasan, kembang api seakan sudah menjadi hal wajib membunyikan petasan, membakar kembang api meskipun telah dilarang, hal tersebut masih saja berlangsung. Untuk mendapatkan kembang api, sangat mudah karena di jual bebas di emperan toko, kaki lima.

Ramdhan tahun ini kita jalani dengan keprihatinan. Kita prihatin terkait keputusan pemerintah menaikkan harga BBM. meskipun telah ditolak di seluruh penjuru tanah air, pemerintah tetap kekeuh dengan keputusan nya. Ramadhan datang dengan kenaikan harga kebutuhan pokok. Kenaikan harga kebutuhan pokok di picu dua hal. Pertama penaikan harga bahan bakar minyak. Kedua, melonjaknya permintaan kebutuhan bahan pokok.

Itu artinya kenaikan harga kebutuhan pokok pada Ramadhan tahun ini lebih besar bila dibandingkan tahun – tahun sebelum nya. Tahun sebelumnya kenaikan harga kebutuhan pokok hanya dipicu oleh meningkatnya permintaan kebutuhan pokok tersebut.

Oleh karena itu kita harus bersungguh – sungguh mengendalikan konsumsi. Bukankah hakikat puasa yang kita laksanakan selama Ramadhan ialah menahan diri ?

Hakikat berpuasa di bulan Ramdhan sebenarnya mengajarkan umat islam berintrospeksi, tenggang rasa, dan menahan amarah atau emosi. Ibada puasa merupakan perpaduan alat ukur yang sempurna untuk mengetahui seberapa besar intellectual quotion, emotional quotion dan spritual quotion ketika menghadapi hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang plural dengan dinamika perkembangannya yang bergerak dengan cepat.

Dalam Kondisi tertentu negara secara tidak sadar telah melemahkan sendi – sendi berbangsa dan bernegara. Sebut saja penaikan harga BBM yang dilakukan menjelang ramadhan Ramadhan. Padahal, sejak negara ini berdiri, setiap memasuki Ramadhan, Lebaran atau Natal, harga – harga pasti naik. Wacana penaikan harga BBM saja sudah memicu harga melambung. Setidaknya sudah berapa kali harga melambung akibat pemerintah cuma suka berwacana dan memoles pencitraan.

Semoga dalam keprihatinan ini, Ramdhan yang suci dan sakral ini berjalan dengan damai dan tenang. Sudah cukup beban yang didatangkan pemerintah. Meskipun keputusan penaikan BBM mengecewakan kita, sudah semestinya kita bersyukur kepada Allah masih diberi kesempatan menikmati karunia Nya yaitu Ramadhan. Kalau Ramadhan tahun ini dalam kondisi yang memprihatinkan, pasti ada berkah yang tidak kita ketahui. Bukankah Allah tidak akan memberikan ujian kalau kita tidak sanggup mengatasinya ?

Marhaban ya Ramadhan, selamat menjalankan ibadah puasa ….

Iklan

One thought on “Ramadhan dan keprihatinan

  1. Ping-balik: Yang di nantikan, mejelang dia pergi disini dan disana … | Me, Computer, Web Desain, Internet & Security ®

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s