Melawan rasa yang teralihkan

Menit demi menit berlalu dengan sangat cepat, tanpa sadar waktu merentang panjang. Saat sadar ternyata ada yang dilupakan tanpa sengaja.

Malas

Melawan rasa untuk tidak melakukan sesuatu yang menjadi rutinitas bukanlah hal mudah ibarat kata serupa orang terjebak dalam situasi bingung atau kehilangan akal mengambil keputusan pada hitungan 10 jari sembari berucap  ya atau tidak. Semoga saja anda tidak begitu :mrgreen:

Suatu hal yang rutin kita lakukan, hingga disuatu ketika dikarenakan suatu kondisi kita tidak melakukan nya akan terasa tidak lumrah, namun kita bisa memaklumi diri, cuma sekali ini kok, kesempatan kan tak akan datang kedua kali, apa salahnya dicoba. Ketika dicoba ternyata serta merta jatuh hati dan kecanduan.  Kali ini saya mengakui berada pada kondisi ini :mrgreen:

Pertanyaan nya sekarang mengapa ?

Saya akan menjawab secara universal saja dengan analogi atau bahasa mudahnya ibarat atau perumpaan seseorang hobby mancing, hingga suatu hari berkenalan dengan teman baru dan hobby berbeda dan belum pernah dilakukan nya sebut saja sebut saja bowling. Hooby baru ini berkenan di hati selanjutnya dikemudian hari dinikmati benar pada akhirnya mengalihkan perhatian pada hobby semula.

Singkatnya ada permainan lebih menarik dengan banyak kelebihan, memancing cenderung diam dan mungkin saja tenggelam dalam diam, berpikir lebih banyak atau berpiknik ke masa lalu. Sebaliknya dengan bowling, suasana ramai menguras tenaga. Melakukan Aktivitas yang kita sukai, tak terasa waktu betapa sangat singkat begitu juga sebalik, kita akan membeci waktu yang seakan melambat berjalan meskipun sesadarnya kita tau waktu tak pernah berkurang atau pun bertambah tetap sama kecuali umur manusia.

Saat menulis ini saya berada dalam kondisi malas stadium tinggi. Pergolakan anatara akal dan hati melawan rasa yang nikmat dilakukan yaitu malas dengan kata sakti  “Ntar ajalah”.

Saya jadi ingat dengan pepatah bangku sekolah SD “Rajin pangkal kaya, Malas pangkal miskin. Miskin dengan tulisan dhuafa dengan aksara berakhir dengan label pensiun. Saya tidak menginginkan hal itu. Meskipun hati dan otak tak seiya sekata untuk menggerakkan anggota badan untuk menulis, seorang blogger tetaplah menulis apapun alasannya, seberat apapun rasa malasnya paksalah diri untuk berkata “AKu harus menulis” Ayo lawan rasa malasmu ….

Tulisan ini sama seperti sinetron striping kejar tayang, dibuat cepat editng kilat, jika banyak kesalahan kata mohon dimaklumkan masih berada dalam status “Belajar”

Iklan

2 thoughts on “Melawan rasa yang teralihkan

  1. @susu kambing higoat
    Sekedar blog walking, dan mungkin di lain waktu jika ada perwakilan nya saya bisa berkunjung sambil mengenal lebih dekat begitu gan 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s